Tag

, , , , ,

Empat-wayer-1

Sekelompok remaja yang berada di daerah Likupang Barat, Kabupaten Minahasa Utara nampak sedang berlatih tarian Empat Wayer, guna persiapan untuk mengikuti lomba empat wayer pada Minggu, 8 April 2012. Walau harus berlatih dibawah terik matahari, namun mereka terlihat tetap semangat.

Peluh yang menetas tak mengurungkan gerakan tarian mereka. Diiringi oleh sekelompok pemetik gitar dan beberapa penyanyi, remaja-remaja berusia belasan tahun ini dengan patuhnya mengikuti komando pemimpin tari.

Empat Wayer, adalah tarian rakyat Nusa Utara. Tarian ini bersifat spontan dan masal diiringi nyanyian dan musik. Gerakannya di atur oleh seorang pemimpin tarian (pangataseng-komando). Tarian ini terinspirasi dari peristiwa perang dunia ke II, dimana pesawat bomber pasukan sekutu dengan “empat baling-baling” (Empat Wayer), melintas di atas udara kepulauan Sangihe Talaud. Dalam perkembangannya tarian ini tidak hanya mengikuti gerakan pesawat tapi juga mengambil gerakan keseharian hidup masyarakat setempat, termasuk dansa ala Eropa.

Empat-wayer-2

Filosofi tarian ini adalah pembebasan jiwa dan penyatuan kosmik manusia dengan Tuhan yang disebut dengan “puncak keindahan rasa”. Gerak dasarnya diambil dari pola gerak tari ritual purba, ini yang menyebabkan tarian ini bisa memicu seorang penari mengalami situasi trans.

Sebagaimana diketahui penduduk yang bermukim di pesisir pantai Likupang kebanyakan berasal dari daerah Nusa Utara, sehingga tradisi-tradisi seperti tarian empat wayer masih terus terpelihara.