Tag

, ,

_MG_0461

Wikipedia merumuskan Journalism sebagai berikut:

“Journalism is the way of investigation and reporting of events, issues and trends to a broad audience in a timely fashion. Though there are many variations of journalism, the ideal is to inform the intended audience. Along with covering organizations and institutions such as government and business, journalism also covers cultural aspects of society such as arts and entertainment. The field includes editing, photojournalism, and documentary.”

Secara sederhana dapat diartikan: Jurnalisme adalah sebuah cara investigasi dan pelaporan sebuah peristiwa, isu serta  trend yang sedang hangat terjadi dan bersifat aktual. Meskipun terdapat banyak kategori jurnalisme, tetapi pada umumnya masyarakat luaslah yang dituju. Jurnalisme tidak hanya mencakup kegiatan organisasi pemerintahan, lembaga bisnis, tetapi juga mencakup aspek kultural masyarakat seperti seni dan hiburan. Jurnalisme juga meliputi proses editing, foto jurnalistik dan tindakan pendokumentasian.

Terdapat begitu banyak definisi luas mengenai Journalism. Tetapi menarik menyimak apa arti “Journalism” ketika kata itu dimintai tanggapan dari berbagai tokoh dunia.  Berikut beberapa kutipannya, yang akan membuat kita senyum-senyum sendiri.

  • Mahatma Gandhi: “I believe in equality for everyone, except reporters and photographers.” (Saya mempercayai kesetaraan setiap orang, kecuali wartawan dan fotografer)
  • Warren Ellis: “You’re miserable, edgy and tired. You’re in the perfect mood for journalism.” ( Jika anda sedang sengsara, gelisah dan lelah, Anda berada dalam suasana hati yang sempurna untuk jurnalisme)

 

  • Hillary Rodham Clinton: “If I want to knock a story off the front page, I just change my hairstyle.” (Jika saya ingin tampil di halaman muka media, saya cukup mengubah gaya rambut saya)
  • Thomas Jefferson: “The most truthful part of a newspaper is the advertisements.” (Bagian yang paling jujur sebuah koran adalah iklan)
  • John Grogan: “In the English language, it all comes down to this: Twenty-six letters, when combined correctly, can create magic. Twenty -six letters form the foundation of a free, informed society.” (Dalam bahasa Inggris semuanya bermuara pada hal ini: Dua puluh enam huruf, jika dirangkai dengan baik, akan menghasilkan sesuatu yang dahsyat. Ke dua puluh enam huruf itu yang menjadi pondasi masyarakat bebas informasi)
  • Oscar Wilde: “But what is the difference between literature and journalism?  …Journalism is unreadable and literature is not read. That is all. ” (Apa yang membedakan antara sastra dan jurnalisme? .. Jurnalisme tak terbaca (terprediksi) sementara sastra tidak dibaca. Itu saja)
  • Norman Mailer: “If a person is not talented enough to be a novelist, not smart enough to be a lawyer, and his hands are too shaky to perform operations, he becomes a journalist. ” (Jika seseorang tidak cukup berbakat untuk menjadi seorang novelis, tidak cukup cerdas untuk menjadi pengacara, dan tangannya terlalu gemetar untuk melakukan operasi, saatnya ia menjadi  jurnalis)
  • Mathew Arnold: “Journalism is literature in a hurry.” (Jurnalisme adalah sastra yang terburu-buru)
  • Dan Rather: “I got addicted. News, particularly daily news, is more addictive than crack cocaine, more addictive than heroin, more addictive than cigarettes. ” (Saya menjadi kecanduan. Berita, khususnya berita harian, lebih adiktif dari kokain, lebih adiktif dari heorin serta lebih adiktif dari rokok)
  • Christopher Hirchens: “I became a journalist because I did not want to rely on newspapers for information.” (Saya menjadi seorang jurnalis, karena saya tidak ingin bergantung pada informasi yang disajikan oleh koran)