Tag

, , , , , ,

Bencana Banjir Bandang Hujam Sitaro

Menelan Dua Korban Tewas Terseret Arus

Sejumlah Kampung Terisolasi

(Laporan: IVERDIXON TINUNGKI)

IMG_1164 Airmata pun terurai di langit Kabupaten Kepulauan Sitaro. Sejumlah kampung luluhlantak dihujam banjir berturut-turut. Ini sungguh membutuhkan keprihatinan semua pihak  atas bencana yang begitu meluas terjadi itu.

Kabar duka muncul dari Tagulandang. Dampak dari cuaca buruk dua hari terakhir ini, berupa angin kencang dan hujan deras menerjang Kabupaten Kepulauan Sitaro Sebelumnya banjir menerjang kampung Lumbo, di pulau Tagulandang, kemudian Kampung Kawahang, lalu Kampung Sawang. Terakhir terakhir Kampung Pangilolong di pulau Siau juga ikut porak poranda digilas banjir bandang  pada  Sabtu (29/1) lalu. Menurut laporan  warga Pangilolong Iwan Makikama, jalan yang menghubungkan kampung tersebut dengan kampung Sawang kini hancur total dan tidak bisa dilalui lagi.

Terhitung ada lima titik jalan yang menghubungkan Pangilolong dengan kampung lain termasuk jalan di dalam kampung yang hancur. “Ada lima titik jalan yang hancur, jalan raya aspal yang menghubungkan kampung ini maupun dengan Kampung Sawang hancur. Jalan aspal yang baru digulung banjir seperti kain sekitar tiga ratus meter dan dihempaskan di ujung jalan,” papar Iwan via hubungan ponsel ke media ini. Ia melanjutkan perbaikan semua jalan ini tidak bisa dikerjakan tenaga manusia saja mengingat parahnya kerusakkan yang terlihat.  “Ini sangat membutuhkan kerja alat berat, kalau cuma manusia, kami sekampung pun tidak bisa memperbaiki ini,” keluh  Iwan. Ia meminta dukungan doa dan perhatian dari berbagai pihak. “Tolong ini disampaikan ke semua pihak, kami butuh dukungan doa dan perhatian,” harap Iwan yang sebenarnya pulang liburan ke Siau.

Sementara di pulau Tagulandnag, ancaman bencana belum juga berlalu. Kawasan pulau penghasil buah Salak itu susul menyusul diamuk banjir. Hanya dalam hitungan jam setelah Desa Lumbo, dan Kampung Kawahang yang porak-poranda, Sabtu malam itu(29/1) Kampung Sawang ikut digilas banjir.

Banjir yang menghantam Sawang ini menghanyutkan beberapa rumah. Ironisnya, daerah terparah akibat terjangan banjir ini justru terjadi di sekitar lokasi yang dipersiapkan untuk perayaan Tulude.  “Beberapa rumah hancur,”  ujar seorang guru dari sawang lewat layanan pesan singkat ke kontributor harian ini. Keterangan yang sama juga diperoleh dari Iwan, seorang warga, bahwa ada 5 rumah yang dinyatakan hancur akibat terjangan banjir ini. “Lima rumah hancur di sawang.

Bencana dasyat ini tidak saja merusak harta benda milik warga, tapi juga memakan korban jiwa. Angel Tamaka (16) siswa SMK

Tagulandang dan Jesica Kulas (9) murid kelas 3 SD di Desa Lumbo

Kecamatan Tagulandang Utara, tewas terseret banjir bandang.

Hujan deras yang mengakibatkan banjir mulai menguyur sekitar pukul 21.00 Wita hingga 04.00 Wita. Kedua korban yang tinggal serumah sedang berada di depan rumah yang sudah digenangi air setinggi 1 meter. Asyik melihat sejumlah warga sedang mengungsi mencari lokasi aman, dan naas bagi keduanya, saat bersamaan datang arus air yang cukup deras hingga menyeret keduanya. Korban terseret air pukul 23.30 Wita dan ditemukan 02.00 dengan kondisi telah menjadi mayat. “Keduanya disapu arus air dan berhasil ditemukan polisi yang dibantu warga,” ujar Kapolsek Tagulandang, AKP Alfrets Tatuwo.

Dia juga menyebutkan lokasi bencana ini pernah terjadi beberapa puluh

tahun lalu dan kini kembali menimba warga. “Selain di Desa Lumbo,

banjir juga terjadi di Polsek Tagulandang dengan ketinggian 60 cm.

Untuk Desa Lumbo, Kecamatan Tagulandang Utara terjadi akibat aliran

air pengunungan Balinge,” tandas Tatuwo.

Kondisi serupa terjadi juga di Siau, angin puting beliung menerjang Siau hingga rumah milik Keluarga Bawole Tatengkeng yang dihuni Kel. Kasim Hajino dan Kel. Eman Kasim, di Kelurahan Tarorane kompleks Malele, rusak parah. Sedangkan jalan lava perbatasan Kampung Bebali dan Salili kembali putus. Material dari Gunung Karangetang berserakan di jalan yang merupakan langganan banjir material saat hujan menguyur dengan cukup lama. (Ite)

——————–

Kawahang Diterjang Puting Beliung

Belum habis senarai duka atas bencana banjir bandang, di hari yang sama, Sabtu (29/1) angin putting beliung yang dalam bahasa setempat disebut ‘dimpuluse’ menerjang  Kampuang Lumbo Tagulandang. Hari itu bencana serupa menimpa juga Kampung Kawahang Beba khususnya dusun Niambangeng.

Hujan yang mengguyur wilayah Siau sepekan terakhir menjadi salah satu penyebabnya hingga berubah menjadi banjir bandang. Dan kondisi ini kian diperparah dengan  jatuhnya bongkahan air besar yang terbawah puting beliung di kepulauan itu. Selain memakan  2 korban jiwa dan korban luka-luka akibat bencana ini cukup banyak.

Pihak wakil rakyat Sitaro dari Tagulandang-Biaro (Taro) yang merupakan daerah pemilihan (Dapil) mereka menyambangi lokasi bencana antara lain Elians Bawole SE .Menurut politisi Partai Gerindra ini, kejadian ini memang tidak diduga sama sekali. Beruntung banjir bandang yang datang terpecah menjadi dua, satu ke arah Tagulandang Utara sedangkan sebelahnya menuju Tagulandang Induk. “Kalau saja air keseluruhan ke Tagulandang Utara mungkin akan lebih para lagi. Namun hingga saat ini semua situasi sudah membaik, dua rumah yang rusak ditanggani Dinas Sosial dan Badan Penanggulangan Bencana Sitaro,” jelasnya yang sembari menyebutkan wakil rakyat Dapil I yang mendampinginya antara lain Pdt H Sawori (PG), Harles Bawole (PDP) dan Julin Tatemba (PDIP).

Elians yang dikenal juga sebagai Wakil Ketua Dewan Sitaro ini

menambahkan bantuan mulai masuk ke lokasi

bencana, selain dari Pemkab Sitaro, juga dari Pemprov Sulut melalui

Badan Bencana dan Dinas Sosial. “Puji Tuhan semua situasi terkendali

lagi, dan masyarakat sudah mulai tenang. Dua keluarga yang ditimpa

duka juga kami telah sambangi,” tutupnya. (ite)