Tag

, , , , ,

satal_002 Kepulauan Sangihe Talaud terletak di sebelah utara Pulau Sulawesi dan secara administratif terletak di Provinsi Sulawesi Utara. Akses menuju kedua pulau tersebut dapat dicapai melalui kapal laut dan pesawat udara (masih terbatas) yang hampir setiap hari menyinggahi keduanya. Sejak tahun 2002 Kepulauan Sangihe Talaud terbagi menjadi dua kabupaten yaitu Kabupaten Kepulauan Sangihe dan Kabupaten Kepulauan Talaud.

Sebagai salah satu Daerah Burung Endemik (EBA 167) di Indonesia, Kepulauan Sangihe Talaud memiliki 11 burung endemik selain beberapa spesies endemik lainnya seperti empat spesies mamalia, dua spesies kupu-kupu dan beberapa spesies tumbuhan yang kesemuanya sangat bergantung kepada keberadaan hutan di kepulauan tersebut. Dua pulau besar di kepulauan ini, yaitu Sangihe dan Karakelang, memiliki beberapa kawasan hutan konservasi yang penting bagi masyarakat dan ekosistemnya. Di Pulau Sangihe, pemerintah menetapkan 3,549 ha areal menjadi Hutan Lindung Sahendaruman sedangkan di Pulau Karakelang pemerintah menetapkan 24,669 ha areal sebagai Suaka Margasatwa Karakelang dan lebih dari 9000 ha ditetapkan sebagai areal Hutan Lindung. Semua kawasan hutan tersebut memiliki arti penting sebagai penyedia air juga perlindungan satwa liar.

Saat ini, keberadaan hutan di kepulauan Sangihe Talaud sangat rentan akibat beberapa ancaman yang terjadi. Ancaman yang timbul, lebih banyak diakibatkan oleh mendesaknya pemenuhan segi ekonomi jangka pendek. Perambahan hutan, pencurian kayu, perburuan dan perdagangan satwa liar, serta pencemaran lingkungan merupakan beberapa diantaranya. Pemerintah daerah menyadari arti penting kawasan ini, dan mendukung perlindungan serta keberadaan kawasan-kawasan tersebut. Namun, belum adanya kesepakatan antara masyarakat dan pemerintah berkaitan dengan pengelolaan sumber daya alam serta kejelasan batas kawasan hutan menyebabkan kurang efektifnya perlindungan yang dilakukan pemerintah.

Burung Indonesia menyadari pentingnya keberadaan kawasan hutan di Kepulauan Sangihe Talaud ini baik bagi keanekaragaman spesies kunci, fungsi ekologis kawasan maupun keberlanjutan perekonomian masyarakat sekitar. Pada tahun 2001, Burung Indonesia memulai program Sangihe Talaud yang bertajuk "Pelestarian Hutan Kunci di Kepulauan Sangihe Talaud" melalui beberapa kegiatan seperti: pembuatan konsesus antar pihak dalam pengelolaan sumber daya alam, penyediaan dukungan teknis dan dana, serta membuat sebuah program penyadartahuan berkaitan dengan pentingnya kawasan hutan di kepulauan ini. Selain itu, juga dilakukan kegiatan "Pelestarian spesies Burung Nuri Talaud (Red and Blue Lory) Eos histrio" yang bertujuan mendukung pelestarian berbasiskan masyarakat untuk mengurangi penangkapan dan perdagangan spesies burung tersebut.

 

Info lengkap silahkan ikuti link berikut: http://www.burung.org/list_project.php?id=15&op=project

Kontak:
Burung Indonesia (Conservation Program)
Jl. Dadali No 32
Bogor 16161, Indonesia
Email: info@burung.org