Tag

, , , ,

Bongkar-Muat-Pelabuhan-Siau Pengembangan ekonomi wilayah adalah suatu proses untuk meningkatkan kemakmuran masyarakat dalam suatu wilayah dengan mengelola sumber daya alam dan memanfaatkan sumber daya buatan, sumber daya manusia, dana dan teknologi untuk menciptakan berbagai peluang dalam rangka menghasilkan barang dan jasa yang bernilai ekonomi. Tujuan pemerintah merencanakan pengembangan ekonomi suatu wilayah adalah untuk membantu sektor swasta dan masyarakat di dalam wilayah tersebut untuk memanfaatkan peluang-peluang bisnis lokal dan membangun kemampuan agar dapat memanfaatkan peluang-peluang bisnis tersebut.

Perekonomian Kabupaten Kepuluan Siau Tagulandang Biaro direncanakan bertumbuh dengan laju 6% per tahun pada tahun 2008-2028. Pada tahun 2007, PDRB ADHB tercatat sebesar Rp. 365.352 juta dan PDRB ADHB per kaipta mencapai Rp. 5,65 juta, sedangkan PDRB ADHK tercatat sebesar Rp. 250.952 dan PDRB ADHK per kapita mencapai Rp. 3,88 juta. Dengan asumsi laju inflasi pada tahun 2008 sebesar 10% dan pada tahun 2009-2028 laju inflasi rata-rata sebesar 7%, maka pada tahun 2028 PDRB ADHB diproyeksikan sebesar Rp. 5,29 trilyun dan PDRB ADHB per kapita menjadi Rp. 61,2 juta, sedangkan PDRB ADHK diproyeksikan sebesar 853,13 milyar dan PDRB ADHK per kapita mencapai Rp. 9,88 juta. Proyeksi ini menunjukkan dalam periode 20 tahun ke depan, tingkat kesejahteraan masyarakat di wilayah ini meningkat sebesar 155% dibandingkan dengan kondisi tahun 2007.

Pengembangan ekonomi wilayah selalu membutuhkan investasi, baik yang dilakukan oleh pemerintah maupun yang dilakukan oleh swasta. Investasi diperlukan untuk meningkatkan stok modal (capital stock), khususnya untuk mengganti aset-aset fisik yang telah rusak atau usang dan menambah aset-aset fisik yang telah ada agar kuantitasnya bertambah. Stok modal bersama-sama dengan tenaga kerja dan teknologi menentukan kapasitas perekonomian untuk menghasilkan pendapatan. Dengan demikian, semakin tinggi investasi yang berakibat pada bertambahnya stok modal, maka semakin tinggi pula pendapatan, sehingga terjadi pertumbuhan ekonomi.

Perkiraan kebutuhan investasi di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro pada tahun 2008-2028, sebagaimana disajikan pada tabel di bawah berdasarkan data dan asumsi sebelumnya untuk memproyeksi nilai PDRB serta tambahan asumsi sebagai berikut:

  1. ICOR bersifat konstan dengan nilai 4,0
  2. Perbandingan investasi pemerintah dan swasta diestimasi sebesar 70% dan 30% pada tahun 2008-2018 karena banyak kebutuhan infrastuktur harus dibangun pada kurun waktu tersebut. Selanjutnya pada tahun 2019-2028 perbandingan investasi pemerintah dan swasta diperkirakan sebesar 60% dan 40% dari kebutuhan investasi total.

Untuk memacu investasi swasta, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro perlu melaksanakan beberapa hal sebagai berikut:

  1. Meningkatkan ketersedian dan mempertahankan terpeliharanya prasarana transportasi demi tercapainya kelancaran koleksi komoditas yang dihasilkan oleh daerah dan distribusi barang kebutuhan penduduk.
  2. Meningkatkan pemberian informasi mengenai peluang-peluang usaha, akses modal dan akses pasar, memberikan kemudahan kepada calon investor untuk mendapatkan data statistik dan data lain yang dimiliki oleh pemerintah, serta memproses perizinan yang diperlukan investor dengan biaya yang wajar dalam waktu yang cepat sesuai peraturan yang berlaku.
  3. Meningkatkan keamanan dan ketertiban melalui kerjasama antar intansi terkait dan mengajak peran serta masyarakat untuk menciptakan iklim usaha yang kondusif.
  4. Meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui program perbaikan kesehatan, pendidikan dan pelatihan.
  5. Menerapkan pendekatan terpadu dengan melibatkan pihak-pihak yang terkait dalam membuat perencanaan pengembangan usaha perkebunan, perikanan, pertambangan dan pariwisata di wilayah-wilayah yang potensial.
  6. Melaksanakan pembangunan yang bersinergi dengan provinsi dan daerah kabupaten/kota lain di Provinsi Sulawesi Utara guna peningkatan skala dan kapasitas ekonomi.
  7. Meningkatkan kerjasama investasi di sektor perikanan, perdagangan dan pariwisata melalui forum kerjasama sub regional BIMP-EAGA, khususnya dengan wilayah Filipina Selatan.

Perkiraan kebutuhan investasi Kab. Kepl. Siau Tagulandang Biaro, Tahun 2008 – 2028 (dalam jutaan rupiah)

Tahun

Pemerintah

Swasta

Total

2008

169.816

72.778

242.594

2009

160.074

68.603

228.677

2010

181.556

77.810

259.366

2011

205.921

88.252

294.173

2012

233.555

100.095

333.651

2013

264.899

113.528

378.426

2014

300.448

128.763

429.211

2015

340.768

146.043

486.811

2016

386.499

165.642

552.142

2017

438.367

187.872

626.239

2018

497.196

213.084

710.280

2019

483.360

322.240

805.600

2020

548.227

365.485

913.711

2021

621.799

414.533

1.036.331

2022

705.244

470.163

1.175.407

2023

799.888

533.259

1.333.147

2024

907.233

604.822

1.512.055

2025

1.028.984

685.989

1.714.973

2026

1.167.073

778.049

1.945.122

2027

1.323.694

882.463

2.206.157

2028

1.501.334

1.000.889

2.502.224

 

Sumber data: Bappeda Sitaro dalam RTRW Kab. Kepl, Sitaro.