Tag

,

Perahu-Nelayan Ah, sejenak ku tinggalan perahu ku dalam tambatan. Ku berleha sejenak memandanginya menikmati lautan. Kebiruannya meningatkanku betapa negeriku dikelilingi lautan yang maha.

Dalamnya menyimpan kehidupan yang memberiku makan sekeluarga. Darinya ku sekolahkan anak-anak hingga dirantau. Saban malam, ku harus turun melempar tali dan umpan. Saban subuh pun istriku menjemputku dengan asa yang senyum.

Tak ada alangan ketika ku terbangun paginya memandangi kembali roan mentari yang memantul dari riak ombak. Dan kembali ku kan diajak menyelami berkahnya.

Negeriku adalah negeri kepulauan. Lautan adalah hamparannya. Dengannya, aku bisa bersua dengan dunia luar. Dengan laut pula terangkai empat pulu tujuh pulau dalam jalinan siau tagulandang biaro.

Ku tegaskan kembali lautku dalam penantian. Kapan negeriku bisa benar-benar hidup darinya?

Ronny B, 28 Juni 2009

Technorati Tags: ,