Tag

, , , , , , , ,

Ginto dan AnyamanKepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian, Eddy Salindeho membuktikan ucapannya beberapa waktu lalu. “Saya akan mengekspose kerajinan anyaman tikar dan ginto yang ada di Sitaro.” Hal ini dibuktikan dengan dipamerkannya hasil dua kerajinan tersebut dalam Sulut Expo di WOC dan CTI Summit 2009.

Seperti diketahui bahwa selama ini masyarakat Pulau Makalehi memiliki sebuah kerajinan tangan berupa anyaman tikar. Demikian pula dengan masyarakat yang ada di Kampung Nameng, memiliki keterampuilan dalam membuat anyaman dari ginto (sejenis rumput liar yang tumbuh di hutan).

Hasil kedua kerajinan tersebut terlihat halus dibandingkan dengan kerajinan dari daerah lain. Kedua kerajinan tersebut memang perlu mendapat perhatian khusus. Blog Sitaro yang datang langsung ke Kampung Nameng dan bertemu dengan pengrajinnya, mencermati bahwa jika tidak diambil langkah penting, bisa saja kerajinan tangan ini akan hilang. Demikian pula yang disaksikan di Pulau Makalehi beberapa waktu lalu.

“Disperindag akan mencoba untuk mengembangkan kedua kerajinan tersebut menjadi sebuah industri. Walaupun baru sekedar industri rumah tangga dengan skala kecil. Yang penting, bagaimana kita sekarang memberi perhatian kepada pengrajin.” Demikian ditegaskan oleh Eddy Salindeho yang dengan setia berada di Stand Sitaro.