Atas prakarsa Johny Tamus (salah satu penggiat TI di Negeri 47 Pulau) kini di Pulau Siau telah hadir Akses Internet. Ketersediaan jaringan internet tersebut terakomodir berkat usaha dan kerja keras dari pemilik Warnet TI@NET. “Siapa lagi yang mau berkorban jika bukan kita orang Siau sendiri.” demikian disampaikan oleh Johny Tamus di sela-sela browsing di warnetnya yang terletak di Malele – Ulu Siau itu. Jika dihitung dari segi ekonomis, jelas keberadaan warnet tersebut jauh dari perolehan laba. Sebab koneksi yang dipakai adalah koneksi VSAT yang berbiaya mahal. Sementara, daya beli masyarakat Siau, khususnya didunia Internet masih patut dipertanyakan.

       Namun, kondisi itu tidak menyurutkan Johny Tamus menghadirkan akses internet di Siau. Dengan 10 unit komputer yang terkoneksi, warnet TI@NEt siap menyajikan dunia tanpa batas. “Tujuan utama kami adalah agar masyarakat Sitaro tidak ketinggalan dengan daerah lain. Untung ruginya urusan belakangan. Yang penting orang Siau, terutama generasi muda bisa mengenal dunia luar lebih luas dan merasakan manfaat dari internet.” Lanjut Ko berkacamata ini.

       Manfaat keberadaan warnet tersebut benar-benar Saya rasakan pula. Disela-sela persiapan Perhitungan Elektronik Pemilu 2009 lalu, menjelang hari-hari terakhir, Tim IT Pusat Tabulasi Nasional Pemilu 2009 yang dikendalikan dari Hotel Borobudur Jakarta, secara tidak teratur mengadakan perubahan pada System Penghitungan Suara. Parahnya, perubahan (update) dari system tersebut, harus didownload langsung dari server vendor scanner pembaca Formulir C1-IT. Saya, memang telah menyiapkan pulsa ratusan ribu pada nomor Telkomsel saya untuk mengakses GPRS. Namun koneksi GPRS di Siau yang tidak stabil, mengakibatkan usaha koneksi melalui HP terkendala. Beruntunglah tepat pada waktunya, Warnet TI@NEt hadir. Maka, tidaklah heran dalam sehari saya sampai harus 4-5 kali bolak-balik ke warnet Pak Johny Tamus.  

       Warnet yang tidak jauh dari Kantor KPUD Sitaro ini cukup representatif. Apalagi Pak Johny menyediakan jaringan Wifi, sehingga bagi siapa yang memiliki laptop dengan Wifi ready bisa langsung datang membawa latopnya. Jangkauan signalnya pun terhitung lumayan untuk ukuran Siau. Paling tidak kompleks Malele, Tatahadeng dan Tarorane (sebagai pusat perdagangan di Siau) bisa dijangkau oleh Wifi. “Kedepan kami akan berupaya untuk menambah jangkauan wifi, sehingga lebih banyak masyarakat yang mempunyai komputer atau laptop bisa mengakses internet langsung dari tempatnya,” optimisme Pak Johny menegaskan.

       Kini, saya tidak perlu khawatir ketika berada di Siau. Apapun yang akan diposting, saat itu juga bisa posting langsung dari Siau, tanpa perlu menunggu harus ke Manado. Demikian pula terlihat beberapa wartawan dan koresponden/kontributor media massa lokal maupun nasional terlihat memanfaatkan warnet TI@Net sebagai sarana untuk mengirimkan hasil liputan mereka. Seperti Orlanda David, wartawan Swara Kita, bahkan sudah menjadi pelanggan bulanan Warnet TI@Net untuk koneksi Wifi.

       Terimakasih buat Pak Johny Tamus, atas karya dan karsa anda membuka isolasi akses komunikasi di Siau, kini pekerjaan kita adalah bagaimana masyarakat Sitaro (khususnya generasi muda) dapat mengenal, mengerti, memahamami dan memanfaatkan Internet bagi masa depan mereka. Semoga juga stakeholder yang ada di Pemkab Sitaro dapat melihat peluang ini sebagai sebuah langkah untuk berkolaborasi dalam pemberdayaan masyarakat di bidang komunikasi dan teknologi informasi.