Tag

, , , , ,

Akhirnya rasa capek selama ini terbayar lunas.

Selama hampir 2 minggu, saya mencoba untuk mensetting System Perhitungan Suara Elektronik Pemilu 2009 di KPUD Sitaro. Sebelum itu, saya mendapat kehormatan untuk mendampingi KPUD Sitaro mengikuti Bintek di Cianjur, Jawa Barat. Dalam Bintek tersebut, KPU bekerjasama dengan BPPT akan menjelaskan System Perhitungan Suara Elektronik berbasis teknologi ICR. Sebuah teknologi yang dapat menerjemahkan tulisan tangan secara langsung (melalui scanner) menjadi data digital. Hasil scanner tersebut, nantinya akan dikirimkan KPUD Kab/Kota langsung ke Pusat Tabulasi Suara Nasional melalui Jaringan VPN yang disediakan oleh Telkom.

Bintek hanya berlangsung sehari. Dan KPUD Sitaro memilih Scanner merek Avision yang disediakan vendor Smart Technologi sebagai alat inputnya. Disertakan juga software N3Pro sebagai reader sekaligus program yang menyediakan output filenya.

Sekembali di Siau, saya langsung mensetting peralatan komputer yang akan digunakan. Telkom telah memasang VSAT sebagai jaringan VPNnya. Karena Bintek hanya sehari, maka nanti di Siau baru saya mengetahui apa saja kekurangan dari System ICR ini. Terpaksa, dengan kerja keras saya harus mengutak atik kembali software dan templatenya. Berhasil.

Dua hari menjelang Hari H, KPU memaksa vendor Scanner untuk mengupdate softwarenya sesuai dengan format file yang diinginkan oleh Tim IT KPU (kalau awalnya .json sekarang menjadi .xml dan .tiff yang disatukan dalam file zip). Begitu pula, security ditingkatkan. Dari hanya memakai dongle kini software harus dijalankan dengan privatekey unik. Di tambah dengan password yang digenerate sesuai nama user dan supervisor. Jadinya, saya harus mendownload sekitar 50 MB file updatenya.

Mau cari dimana akses internet di Siau? sementara Telkom hanya memasang jaringan VPN di KPUD Sitaro.

Puji Tuhan, pertolongan datang tepat pada waktunya. Pak Johny Tamus (salah satu pengunjung setia blog ini) telah berhasil membuka warnet di Siau. (warnet pertama dan satu-satunya). Jadilah, warnet tersebut tempat saya mendownload file update yang dimaksud.

Selesai download, saya menginstallnya. Baru saja mau ujicoba, kembali vendor memberi khabar, bahwa ada perubahan lagi. Terpaksa dalam sehari itu saya melakukan sebanyak 3 kali update.  Dan itu berlangsung terus, hingga Hari H pada jam 10 pagi, dimana seharusnya pada saat itu, seluruh system sudah stand by menunggu Formulir C1 IT datang dari setiap TPS.

Hampir saja, saya menyerah, namun dengan semangat ingin membantu dan bertekad bahwa walau di Siau dengan segala keterbatasan akses ini, saya tetap berusaha menyempurnakan systemnya.

Sekitar pukul 20.00 WIB, salah satu PPS dari Siau Tengah datang mengantarkan Formulir C1 IT (karena formulir ini yang akan discan untuk langsung dikirimkan ke Pusat Tabulasi Suara Nasional). Dengan sedikit deg-degan, saya bersama adik saya (Dolfi Buol, yang merupakan Operator Komputer di KPUD Sitaro) mencoba menscan Formulir tersebut. Selesai scan, saya melakukan verifikasi dan validasi. Finish. Dan mensumit ke Tabulasi Nasional.

Puji Tuhan, ternyata data tersebut merupakan data hasil perhitungan suara DPR RI wilayah pemilihan Sulut yang pertama masuk ke Pusat Tabulasi Nasional. Malamnya, saya mendapat telepon dari Pak Alex (Staff KPU Prov.). Pak Alex meminta saya menyampaikan ke Anggota KPUD Sitaro agar seluruh Formulir C1 IT dikirimkan ke KPU Prov, dan nanti dari Prov baru diproses secara elektronik. Saya katakan Sitaro sudah berhasil mengirim. Pak Alex terkejut, ternyata dari 13 KPUD yang ada di Sulut, hanya KPUD Sitaro yang berhasil mengirimkan data langsung ke Pusat Tabulasi Suara Nasional.

Hingga posting ini saya tulis, belum ada kab/kota di Sulut selain Sitaro yang berhasil mengirimkan data. Dan kami masih terus menunggu Form C1 IT lainnya datang dari setiap TPS. Kini telah terkirim sekitar 10 TPS.

Semua rasa lelah dan perasaan dibawah tekanan terbayar lunas. Hilang sudah rasa capek saya. Walau di dari daerah yang baru mekar ini, dengan segala ketertinggalannya kami sudah bisa membuktikan, bahwa kami juga bisa berbuat. Pantang menyerah merupakan kuncinya.

Dan terima kasih pula buat Pak Jhony Tamus yang telah membuka warnet. Dapat saya bayangkan jika warnet ini belum dibuka, Saya mau download dari mana file update sebesar itu.

Dan tulisan ini merupakan posting pertama saya langsung dari Pulau Siau.