Pemilu 2009 didepan mata. 9 Hari lagi. Persis seperti tanggal pelaksanaannya. 9 April 2009.

Perhitungan Hasil Perolehan Suara dari TPS merupakan sebuah kegiatan yang sangat krusial. Sebab moment itulah yang paling dinanti oleh semua caleg. Setelah sekian lama mempersiapkan diri, mulai dari pendaftaran, kampanye tertutup dan dan kampanye terbuka. Saatnya caleg menanti dengan penuh harap harap cemas. Akankah perolehan suaranya membawa dirinya duduk sebagai Anggota Dewan. Dan hasil perhitungan suara tersebut ada di tangan KPUD sebagai lembaga yang punya kewenangan penuh melakukan perhitungan suara secara resmi.

Khusus Kab. Kepl. Sitaro, ada 181 TPS yang tersebar di 3 Daerah Pemilihan di  10 Kecamatan. Daerah Pemilihan Siau Barat, Daerah Pemilihan Siau Timur dan Daerah Pemilihan Tagulandang Biaro (untuk Caleg Kabupaten Kepl. Sitaro). Di 3 Dapil tersebut, bertarung 83 Caleg dari 18 Partai Politik yang ikut untuk Pemilu Legislatif DPRD Kabupaten Kepl. Sitaro. Dan hanya 20 caleg saja yang akan diakomodir sesuai dengan jumlah kursi yang diperebutkan untuk DPRD Kab. Kepl. Sitaro.

Ke-18 Parpol dan 183 Caleg inilah yang sangat berkepentingan dengan Hasil Perhitungan Suara yang dilakukan di KPUD Sitaro. Ditambah lagi dengan Parpol dan Caleg DPRD Provinsi, DPR RI dan DPD.

Untuk perhitungan suara hasil Pemilu 2009 terdapat dua jenis perhitungan. Yang pertama adalah perhitungan secara manual. KPUD akan merekap semua hasil Perhitungan Suara dari setiap TPS yang disertifikasi oleh PPK. Perhitungan Suara yang kedua adalah menggunakan Perhitungan Suara Elektronik.

Perhitungan Suara Elektronik ini berbasis komputerisasi. Disinilah letak permasalahannya. Kalau, Perhitungan Suara Manual saya yakin KPUD Sitaro dapat melaksanakannya dengan baik. Namun untuk Perhitungan Suara Elektronik, dengan kondisi KPUD Sitaro yang sangat terbatas saya mengkhwatirkannya. Memang, saat sekarang sudah tersedia sekitar 10 unit Komputer dan 3 Laptop di Sekretariat KPUD Sitaro. Ditambah dengan LAN yang telah dipasang. Terakhir saya sempat melihat (pada Kamis, 26 Maret 2009) Telkom telah memasang Hardware VSAT untuk koneksi VPN. Apakah jaringan itu telah beroperasi, saya belum tahu persis.

Dari segi hardware saya tidak mempermasalahkan jika dilihat dengan perangkat yang telah ada. Apalagi ketika pada minggu lalu saya diminta oleh Sekretaris KPUD Sitaro, Nevig Tamaka untuk mendampingi Staff  KPUD Sitaro memeriksa spesifikasi perangkat komputer yang tersedia. Disamping yang saya sebutkan diatas, terdapat pula Scanner Flatbed, Printer Inkjet dan Fax, serta UPS sebagai power backup. Tetapi, saya mengkhwatirkan kesiapan Staff KPUD Sitaro teristimewa Operator Komputernya dalam menjalankan System Perhitungan Suara Elektronik.

KPUD Sitaro sendiri tidak punya Staff IT khusus (atau konsultan IT). Mereka hanya mengandalkan Staff yang ada dengan pengetahuan di bidang IT yang pas-pasan (tidak bermaksud meremehkan, tapi mengungkapkan kondisi yang riil). Hal ini bisa dimaklumi, sebab sangatlah susah untuk mencari SDM IT yang handal di Siau. Untuk merekrut dari luar Siau perlu biaya jasa khusus.

Kegelisahan itu, membuat saya merasa terpanggil untuk memberi diri membantu KPUD Sitaro dalam mendampingi kegiatan Perhitungan Suara Elektronik. Saya menawarkan diri ke Sekretaris KPUD, Nevig Tamaka dan Anggota KPUD Sitaro, Noon Mantau. Gayung bersambut, mereka dengan hati yang terbuka menerima tawaran saya. Sebab, saya juga bukanlah orang asing di Siau.

Jadilah, pada Jumat 27 Maret 2009 saya menampingi salah satu Anggota KPUD Sitaro dan Staff Komputer mengikuti Bimbingan Teknis Perhitungan Suara Elektronik Pemilu 2009 yang dilaksanakan oleh KPU Pusat di daerah Puncak Cipanas, Cianjur, Jawa Barat. Bintek berlangsung selama 2 hari di tengah udara dingin yang menyengat (sampai amandel saya meradang). Tapi, jangan salah sangka. Biaya perjalanan dan akomodasi saya selama disana saya tanggung sendiri.🙂

Dan seperti kegelisahan saya selama ini. Ternyata Perhitungan Suara Elektronik tersebut memerlukan kesiapan SDM IT yang berpengalaman. Sebab untuk Perhitungan Suara Caleg DPR RI memakai teknologi ICR. Dengan Scanner khusus, Form C1-IT (hasil rekap suara di TPS) akan discan dengan kecepatan 30 ppm. (KPUD Sitaro sendiri memilih scanner merk Avision). Hasil scan tersebut akan diolah dengan Software N3Prox. Output filenya dalam format TIFF sebagai file image dan .jason serta .xml sebagai text file, akan dikirim ke Pusat Tabulasi Suara KPU melalui jaringan VSAT yang telah dipersiapkan oleh Telkom.

System Perhitungan Suara ini secara realtime bisa langsung dipantau melalui website KPU. Sehingga publik dapat memperoleh pergerakan perhitungan suara secara cepat. (Sederhanannya, KPU mencoba menerapkan Quick Count dalam Pemilu kali ini). Tentu implementasi penggunaan teknologi ini memerlukan SDM yang cukup berpengalaman. Apalagi Sitaro yang merupakan daerah kepulauan dengan karakteristik yang khas, tertinggal dalam hal komunikasi. Maka, sangatlah tepat kehadiran saya dalam mendampingi Bintek di Cianjur tersebut.

Untuk Perhitungan Suara Caleg DPRD Kabupaten dan Provinsi menggunakan software SITUNG (System Informasi Perhitungan Suara). System ini tergolong lebih mudah. Berbasis XAMPP, sehingga jika instalasi berjalan mulus, operator akan dengan mudah menginput hasil rekap suara. Kalau dalam N3PROX , tabulasi suara langsung ke KPU maka dalam SITUNG tabulasi suara akan mampir di KPU Provinsi.

Kini software dan peralatannya sudah ada. Bimbingan Teknis (walau sangat terbatas, sebab pada hari ke-2 kami selesai jam 2 subuh) telah dilaksanakan. Kemarin saya baru kembali dari Jakarta. Besok sudah harus berada di Siau untuk menampingi KPUD Sitaro dalam mempersiapkan Perhitungan Suara Elektronik. Banyak tugas yang menanti. Diantaranya melakukan bimbingan teknis ke semua KPPS dan KPPK dalam penulisan Form C1-IT, mempersiapkan jaringan, meyakinkan koneksi VSAT VPN berjalan lancar, menginstall SITUNG dan N3PROX dengan security yang handal, melatih operator, menjaga administrator dan menyakinkan bahwa tidak terjadi kesalahan input (verifikasi dan validasi).

Tapi saya yakin semuanya akan berjalan dengan lancar. Walau untuk semua itu saya tidak dibayar sama sekali. Saya bukan bagian dari KPUD Sitaro, saya hanya memberi diri demi suksesnya Pemilu 2009 di Kab. Kepl. Sitaro.

Semuanya demi Negeri 47 Pulau itu.