BRI SiauDalam periode satu tahun pemerintahan Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro sejak peresmiannya, memang belum menampakkan sejumlah keberhasilan yang menonjol di bidang perekonomian masyarakat. Namun demikian, nuansa ototomi daerah yang didukung oleh tingkat kesadaran masyarakat yang tinggi serta dinamika pergerakan mobilitas usaha penduduk yang cepat dengan mengandalkan potensi sumber daya alam yang sangat menjanjikan, diharapkan ke depan, secara gradual akan terjadi peningkatan beberapa indikator penting sektor perekonomian daerah ini terutama menyangkut pendapatan perkapita, pertumbuhan ekonomi serta Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).

Indikator makro ekonomi Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro setidaknya nampak pada angka Produk Domestik Regional Bruto atas dasar harga berlaku, yang pada Tahun 2007 menunjukkan besaran Rp. 365.352,37 juta, dan sebesar Rp. 250.952,37 juta atas dasar harga konstan. Catatan PDRB tersebut terbentuk dari kontribusi 9 (sembilan) sektor pembangunan yang menunjukkan kenaikan dan hasil capai yang cukup signifikan, dimana terdapat 5 (lima) sektor yang paling besar kontribusinya, yakni pertama, sektor Pertanian sebagai sektor primer dan menjadi sektor paling dominan pembentuk PDRB, yakni sebesar Rp 122.809,1 juta atau 33,61%. Kontribusi sektor Pertanian yang sangat besar tersebut didominasi oleh sub sektor Perkebunan dengan capaian sebesar Rp. 52.938,9 juta dan sub sektor Perikanan yakni sebesar Rp. 51.296,8.
Diurutan kedua terdapat sektor tersier, yakni sektor Jasa-jasa dengan capaian sebesar Rp. 71.123,7 juta atau 19,47% dan ketiga, sektor Angkutan dan Komunikasi dengan capaian Rp. 53.249,5 juta atau sebesar 14,57%, keempat sektor Perdagangan, Hotel dan Restoran dengan capaian Rp. 50.101,1 juta atau sebesar 13,71%, serta kelima adalah sektor Bangunan dengan capaian Rp. 37.234,9 juta atau sebesar 10,19%. Sedangkan sektor yang paling kecil kontribusinya terhadap pembentukan PDRB Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro, adalah sektor Listrik, Gas dan Air yang hanya mencapai angka Rp. 2.109 juta atau sebesar 5,77% dari total besaran PDRB yang ada.

Capaian PDRB di atas turut di dukung oleh angka pertumbuhan ekonomi daerah ini yang pada Tahun 2007 mencapai besaran 5,74%, suatu angka yang sangat baik untuk ukuran sebuah Kabupaten Baru yang otonom, sehingga melahirkan semangat yang penuh optimistis bagi Pemerintah di daerah ini untuk memacu akselerasi perekonomian daerah secara konsisten dan berkelanjutan.

Gambaran gemilang capaian kinerja perekonomian Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro makin lengkap dengan catatan Pendapatan perkapita pada Tahun 2007 sebesar Rp. 4.077.018,00

Perekonomian Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro didominasi oleh sektor perdagangan yang mengandalkan komoditas andalan daerah ini, baik di bidang pertanian, perkebunan maupun perikanan dan kelauatan serta sektor pariwisata yang cukup prospektif dengan potensi wisata maritim dan bahari serta wisata alam pesisir pantai.

Tanaman perkebunan yang paling banyak diusahakan adalah Pala, Kelapa, Cengkih, Kakao, dan Vanili. Namun kecenderungannya dari tahun  ke tahun penambahan luas jumlah produksinya tidak signifikan, hal ini disebabkan karena harga komoditas ini yang cenderung menurun atau berfluktuasi dan lahan yang tersedia sudah terbatas. Komoditas Pala, Kelapa dan Cengkih merupakan komoditas andalan untuk daerah ini yang menjadi aset utama untuk menunjang pengelolaan pembangunan daerah yang selama ini telah memberikan kontribusi yang cukup signifikan bagi masyarakat setempat, disamping hasil komoditi buah-buahan seperti Salak, Nangka, Kadondong dan lain sebagainya.
Penghasil buah pala terbanyak adalah Pulau Siau dengan kualitas dan aroma yang spesifik dan terbaik di pasaran internasional. Sedangkan Buah Salak sebagai salah satu komoditas andalan dihasilkan dari Pulau Tagulandang dengan  pemasarannya terutama ke Manado, Bitung dan Ternate. Volume Eksport semua komoditi andalan tersebut di atas, tercatat rata-rata setiap tahun adalah: Pala sebanyak 3.485,80 ton, Fuli 346,06 ton, Kopra 3.085,78 ton, dan Cengkih 118,55 ton. Sedangkan komoditi buah-buahan khususnya buah salak yang dipasarkan keluar dari pulau Tagulandang tercatat rata-rata ± 1.640 ton / tahun.

Begitu potensialnya sumber daya alam daerah ini telah menjadikan sejumlah komoditas pertanian dan perkebunan sebagai produk unggulan daerah ini, baik Pala, Salak, maupun Nangka. Oleh sebab itu telah diupayakan implementasi program pendukung perekonomian rakyat melalui Program pengembangan industri kecil dan menengah. Dalam program ini telah dilaksanakan berbagai kegiatan penyuluhan dan pelatihan keterampilan industri kecil dan kerajinan rakyat termasuk industri rumah tangga, baik pengolahan produk Sirup Buah Pala, Sirup Buah Salak maupun Sirup Buah Nangka. Demikian juga pelatihan dan penyuluhan pembuatan produk makanan cemilan Dodol Buhan Pala, Dodol Buah Salak dan Dodol Buah Nangka, serta produk lainnya.

Dalam kaitan dengan ini, juga telah dipacu program peningkatan produksi pertanian / perkebunan, yakni dengan melaksanakan kegiatan penyediaan sarana produksi pertanian dan perkebunan, melalui pengadaan benih Jagung sebanyak 750 kg dan pengadaan pupuk Urea sebanyak 400 kg, pupuk Phonska sebanyak 10.400 kg, Sprayer 10 buah dan Insektisida 50 liter. Disamping itu telah dilaksanakan penyuluhan peningkatan produksi pertanian yakni mengenai penanaman padi seluas 30 Ha, penanaman Jagung seluas 50 Ha di 7 Kampung yang tersebar pada 9 Kecamatan.

Dalam kaitan dengan pembangunan, Pemerintah Daerah juga tetap memperhatikan aspek kesimbangan alam dan daya dukung lingkungan melalui akselerasi program Program rehabilitasi hutan dan lahan. Melalui program ini telah dilaksanakan kegiatan penanaman sejuta pohon bekerjasama dengan Organisasi Wanita di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro seperti Tim penggerak PKK, Dharma Wanita, dan Organisasi Wanita Gereja dan mesjid. Pencanangan berlangsung pada tanggal 1 Desember 2007 di Lokasi Terminal Kendaraan Ulu Siau, serangkaian dengan Gerakan Perempuan Tanam dan Pelihara Pohon seluruh Indonesia. Jumlah bibit pohon yang ditanam sebanyak 1000 pohon. Kegiatan penanaman pohon juga berlangsung di semua Kecamatan yang ada di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro.

Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro memiliki wilayah yang sebagian besar adalah wilayah laut, yang kaya akan potensi sumber daya kelautan serta mempunyai prospek yang dapat diandalkan dimasa depan. Namun kondisi saat ini pemanfaatannya belum optimal. Adapun potensi tersebut antara lain meliputi berbagai jenis ikan seperti Tuna, Cakalang, Ikan Terbang, Ikan Kerapu, Pelagis, Hiu, Penyu, Teripang dan Rumput Laut.
Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro juga kaya akan potensi Pariwisata, terutama wisata bahari, underwater features, serta wisata pantai dengan pasir putih dan pemandang alam laut serta pulau-pulau kecil yang indah menawan. Objek Wisata budaya juga cukup banyak dan beragam, terutama Makam para Raja di Pulau Siau dan Situs Arkeologi Tulang belulang di Pulau Makalehi.

Dalam bidang pembangunan juga telah diupayakan pengimplementasian Program perlindungan konsumen dan pengamanan perdagangan. Hal yang paling menonjol di sini adalah penaganan masalah kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan tarif BBM yang sangat tinggi. Demikian juga operasi Pasar terhadap harga Sembilan Bahan Pokok (sembako) telah dilaksanakan termasuk memantau dan menertibkan produk-produk makanan yang sudah kadaluarsa. Demikian pula pelaksanaan Program pembinaan perdagangan kaki lima dan asongan, yang dikonsentrasikan kepada penataan Pasar Ulu Siau dan Pasar Ondong.