Tag

, , , , , , , , , , , ,

Selanjutnya Pemerintah Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro juga telah berupaya mengimplementasikan Program peningkatan kerjasama antar pemerintahan daerah, sekalipun baru terlaksana sebatas hubungan koordinatif dengan Pemerintah Propinsi Sulawesi Utara dan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe sebagai Kabupaten induk.
Demikian pula implementasi Program penataan Peraturan Perundang-Undangan, dilaksanakan oleh Sekretariat Daerah melalui Bagian Hukum, di mana hingga Bulan Desember 2007 telah berhasil dibuat sejumlah produk hukum, yakni Peraturan Daerah 1 (satu) buah, Keputusan Bupati sebanyak 48 (empat puluh delapan) buah, dan Peraturan Bupati sebanyak 13 (tiga belas) buah.
Sedangkan melalui Program penataan daerah otonomi baru, telah dilaksanakan secara bertahap mulai dari kelembagaan Pemerintahan Daerah, Jaringan Kerja Pemerintahan hingga ke tingkat Kampung dan Lindongan serta Penataan personil pelaksana tugas di semua SKPD yang ada.
Salah satu keberhasilan menonjol dalam bidang pemerintahan ini adalah bahwa Pemerintah Daerah bersama DPRD Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro telah berhasil menetapkan persetujuan bersama Peraturan Daerah tentang Lambang Daerah dan Semboyan Daerah, yakni Pakatiti Tuhema.
Dengan ditetapkannya Peraturan Daerah tentang Lambang Daerah ini maka secara sah Pemerintah dan masyarakat di daerah ini dapat menggunakan lambang daerah pada berbagai pakaian seragam, papan nama kantor pemerintah dan swasta, pataka, dan sebagainya.
Pada dasarnya Lambang Daerah merupakan abstraksi yang lengkap  tentang keseluruhan karakter yang melekat dan menjadi keutuhan yang  tidak terpisahkan dari totalitas keberadaan sebuah daerah. Lambang  Daerah biasanya mewakili keseluruhan unsur yang membentuk eksistensi  sebuah daerah dengan segala potensi kekuatan dan peluang serta  kelemahan dan tantangannya. Biasanya dengan mencermati sebuah Lambang Daerah lengkap dengan seluruh ornamen yang melekat di  dalamnya dengan desain yang artistik dan paduan warna yang menarik, orang akan dapat menebak nama daerah yang dimaksud.

Oleh sebab itu, penetapan Lambang Daerah Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro merupakan sesuatu yang mutlak dilakukan sehingga secara de jure penggunaan Lambang Daerah dapat terealisasi dalam waktu sesegera mungkin. Penggunaan Lambang Daerah melalui produk administrasi surat menyurat maupun melalui pakaian dinas dan sebagainya akan makin mempercepat pemahaman dan pengertian masyarakat luas termasuk masyarakat di luar Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro tentang keberadaan Bumi Karangetang Mandolokang Kolo-Kolo ini.
Demikian juga dengan memaknai Semboyan Daerah Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro, yakni Pakatiti Tuhema, yang berarti cermat berjuang dan cerdas berkarya dalam kebenaran, maka kita akan terus berkarya dalam semangat dan kesadaran betapa pentingnya sikap cermat dan teliti serta taat azas dalam melaksanakan berbagai norma dan peraturan yang berlaku.
Pemerintah Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro juga telah memacu upaya dalam aspek kepegawaian melalui implementasi Program peningkatan kapasitas sumber daya aparatur. Dalam kurun waktu Tahun 2007, telah terlaksana kegiatan Pendidikan dan Pelatihan, di mana Pemerintah Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro telah mengutus 2 (dua) orang Pejabat eselon II untuk mengikuti Diklat Struktural PIM II di Manado. Selanjutnya telah mengirim 3 (tiga) orang mengikuti Diklat PIM III pada Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe di Tahuna. Selanjutnya dalam Tahun 2007, telah berhasil dilakukan seleksi CPNS yang berhasil merekrut sebanyak 86 orang CPNS golongan II dan III pada beberapa bidang keahlian sesuai disiplin ilmu masing-masing.
Dan pada Tahun 2008, tepatnya di Bulan Juli 2008, telah dilaksanakan Pendidikan dan pelatihan Prajabatan bagi sebanyak 113 orang Calon Pegawai Negeri Sipil Golongan II dan III di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro, dengan perincian sebanyak 63 orang CPNS golongan III dan 50 orang CPNS golongan II.
Dalam bidang pemerintahan, telah dicapai keberhasilan pelaksanaan Pembentukan Kelembagaan DPRD, yang pengresmian dan pelantikan anggotanya pada tanggal 23 Nopember 2008 oleh Wakil Ketua Pengadilan Negeri Tahuna.
Selanjutnya keberhasilan yang paling utama dalam bidang pemerintahan ini adalah terselenggaranya Pemilihan Umum Bupati dan Wakil Bupati yang definitif melalui mekanisme PILKADA secara langsung oleh rakyat yang puncak pemungutan suaranya pada tanggal 30 Juni 2008, yang akhirnya menetapkan Bapak Toni Supit, SE, MM dan Bapak Drs. Piet Hein Kuera sebagai Bupati dan Wakil Bupati pertama pilihan rakyat daerah ini.
Baca pula: Pencapaian Kinerja Bidang Pemerintahan selama Masa Jabatan Penjabat Bupati Kab. Kepl. Sitaro