Tag

, , , , , , ,

kondisi-ekonomiDalam awal masa kepemimpinan Pemerintahan (2007-2008), gambaran umum perekonomian daerah Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro, setidaknya terlihat dari beberapa indikator, seperti angka pertumbuhan ekonomi dan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Oleh sebab itu, sebagai gambaran kemampuan ekonomi secara makro di Kabupaten Induk maupun di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro dapat dilihat pada capaian PAD, laju pertumbuhan ekonomi, PDRB perkapita serta keunggulan sektor ekonomi tertentu.

     Kabupaten Kepulauan Sangihe sebagai Kabupaten Induk pada tahun anggaran 2006 memiliki capaian PAD sebesar Rp. 16.724.655.682,93 dan kontribusi PAD dari wilayah Siau Tagulandang Biaro sebesar Rp. 8.514.403.482,60. Laju pertumbuhan ekonomi Kabupaten Induk sebelum pemekaran mencapai 4,48 %, dengan PDRB perkapita sebesar Rp. 4.821.133 dan total pengeluaran rutin (Belanja Aparatur) sebesar  Rp. 186.374.207.907.
     Dengan adanya pemekaran Kepulauan Sitaro sebagai Kabupaten, maka diprediksi akan terjadi perubahan indikator perekonomian yang meliputi :
• Kabupaten Induk laju pertumbuhan ekonomi sebesar  4,32 %;
• Kabupaten Pemekaran laju pertumbuhan ekonomi sebesar 4,88 %;
• PDRB per kapita Kabupaten Induk menjadi Rp. 4.672.415;
• PDRB per kapita Kabupaten Pemekaran menjadi  Rp. 5.131.973.
Sedangkan untuk pengeluaran rutin pada Kabupaten Induk menjadi Rp. 158.418.076.721 dan Kabupaten Pemekaran Rp. 27.956.131.186.
     Khusus mengenai sejumlah sektor unggulan  Pemkab. Sitaro saat sekarang sedang mengupayakan dalam jangka pendek (sekitar 1 tahun sampai 2 tahun mendatang) struktur perekonomian daerah akan menunjukkan transformasi yang signifikan dari sektor primer ke sektor sekunder atau jasa. Diprediksi dengan terbentuknya Kabupaten Siau Taguladang Biaro dalam jangka pendek akan cenderung menyebabkan peningkatan laju pertumbuhan penduduk, efisiensi perdagangan dan pelayanan umum serta peningkatan arus barang dan jasa. Dengan demikian pada kisaran waktu jangka menengah (3 tahun  sampai dengan 5 tahun mendatang) diprediksi akan terjadi pergeseran peran dari sektor primer ke sektor sekunder secara signifikan.