Tag

, , , , ,

Pulau-pulau Tagulandang Dikatakan sebagai daerah kepulauan, karena Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro terdiri dari 47 buah pulau besar dan kecil serta terdapat juga pulau batu, dengan rincian sebanyak 10 buah pulau yang berpenghuni dan 37 buah pulau yang tidak berpenghuni.Konsekuensi daerah kepulauan dengan wilayah perairan laut yang dominan telah menghadirkan sejumlah permasalahan, yakni:

  1) Kesulitan daya jangkau serta kebutuhan biaya operasional yang besar dalam penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan. Keberadaan penduduk dengan persebaran yang cukup signifikan pada beberapa pulau dan wilayah yang sulit dijangkau telah menciptakan sejumlah tantangan dan rintangan serta masalah dalam seluruh tatanan kehidupan masyarakat di negeri empat puluh tujuh pulau ini.

2) Begitu dominannya wilayah perairan laut, semakin menciptakan tantangan lain bagi sejumlah masyarakat, terutama yang tinggal di pulau-pulau dan wilayah tertentu yang sulit dijangkau, yakni sehubungan dengan keterbatasan sarana dan prasarana, yang memungkinkan terjadinya eksploitasi kekayaan alam laut, terutama komoditi perikanan dalam yang jumlah yang besar dan dengan cara yang tidak bertanggung jawab. Tindakan illegal fishing dan kejahatan di wilayah laut lainnya oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab telah memperparah habitat ekosistem laut dan pesisir pantai pada umumnya.

3)  Arus pergerakan dan distribusi barang produksi dan konsumsi lintas dan antar pulau baik keluar maupun masuk wilayah Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro bahkan mobilitas pergerakan penduduk dalam dinamika kehidupannya sangat terhambat oleh minimnya sarana dan prasarana transportasi yang layak dengan frekuensi yang diharapkan.

4) Aktivitas perekonomian lebih berorientasi bahkan terserap ke pusat-pusat perekonomian dan perdagangan di Pusat Pemerintahan Propinsi yakni Kota Manado, karena efek motivasi bisnis yang cenderung mengejar laba. Dengan demikian, lebih banyak uang masyarakat Siau Tagulandang Biaro beredar di luar daerah serta mentransfer devisa yang cukup besar ke wilayah lainnya. Ini tentu sangat merugikan perekonomian daerah ini yang sebetulnya memiliki komiditi andalah sebagai bahan-bahan produksi yang bernilai ekonomis tinggi. Apalagi jika diperhadapkan kepada kebutuhan dunia entertainment yang sulit didapatkan di daerah ini, mengakibatkan sejumlah kalangan mengalirkan devisa daerah ini ke Kota-kota yang menyediakan sarana hiburan yang lebih variatif dan memuaskan.

5)  Iklim investasi kurang berkembang, karena sekalipun potensi investasi cukup prospektif di bidang pertanian, industri, perikanan dan kelautan, perhubungan serta pariwisata. Hal ini wajar karena memang pertimbangan profitabilitas dan benefitas dunia bisnis yang belum menjanjikan, sebagai akibat belum terbangunnya upaya yang sungguh-sungguh untuk menciptakan keunggulan kompetitif (competitive advantadge) terhadap berbagai potensi sumber daya alam yang telah menjadi keunggulan absolut (absolut advantadge). Kondisi ini berdampak buruk terhadap tingkat pengangguran yang cukup besar karena lapangan kerja yang kurang tersedia, sehingga lebih banyak penduduk usia produktif dari daerah ini yang menjual jasa dan keahliannya ke daerah lain.

 

Posting terkait:

Kondisi Geografis Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro

Kab. Sitaro Sebagai Daerah Rawan Bencana Alam

Kab. Kepl. Sitaro Sebagai Daerah Perbatasan dan Daerah Tertinggal