Tag

, , , , , , , ,

Sebuah langkah maju dilakukan oleh Dinas Pertanian, Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro. Bekerjasama dengan Fakultas Pertanian Universitas Sam Ratulangi Manado, khususnya Jurusan Teknologi Pertanian. Dalam Bazaar Itermediasi Perbankan dan UMKM yang diselenggarakan Bank Indonesia Wilayah Manado, Sitaro memamerkan hasil olahan sampingan dari Pala.

Dalam Bazaar yang akan diselenggarakan dari tanggal 20-23 Nopember 2008 itu, Dinas Pertanian mencoba menawarkan olahan dari buah pala berupa Juice Pala dan Selai Pala. Produksi ini merupakan hasil dari Pelatihan Daya Saing dan Peningkatan Pendapatan Petani yang diselenggarakan oleh Fakultas Pertanian Unsrat beberapa waktu lalu di Siau. Dari pelatihan itulah dihasilkan sebuah olahan daging buang pala yang selama ini menjadi limbah di Siau.
Ketika juice dan selai pala tersebut coba dicicipi, ternyata mampu memberikan efek kejut bagi lidah. Citarasanya cukup enak. Ciri khas aroma pala sangat kental. Terutama selainya. Lidah pasti akan merasa sebuah sensasi. Betapa tidak, kalau selama ini kita terbiasa dengan selai yang pada umumnya manis, maka selai pala menawarkan campuran rasa manis dengan rasa mint, khas buah pala. Begitu juga dengan Juicenya.
Sebuah langkah yang patut disambut dengan baik. Tinggal bagaimana Pemkab Sitaro dan Dinas terkait mengambil langkah selanjutnya. Ibu Laddy Lengkey, salah seorang Dosen di Fakultas Pertanian (yang juga merupakan bagian dari Team Proyek) mengungkapkan, pihaknya hanya mencoba memperkenalkan teknologi pengolahan kepada petani. Untuk sampai ke tingkat produksi massal tergantung Pemkab Sitaro untuk menindaklanjutinya. Paling tidak, Bank Indonesia mensupport terhadap pengembangan olahan sampingan dari Pala tersebut. Karena pelatihan yang telah dilakukan beberapa waktu lalu tersebut, mendapat support dana dari BI. Ke depan, lanjut Ibu Laddy, pihaknya akan mencoba mengembangkan olahan dari Buah Salak yang sangat melimpah di Tagulandang.
Seperti biasa, sitaro.wordpress.com turut menyokong apa yang dilakukan oleh Pemkab Sitaro, paling tidak dengan menyumbangkan materi visual berupa koleksi foto-foto yang bisa memberikan gambaran yang lebih jelas kepada pengunjung.