Tag

, , , , ,

mercusuar

Mercusuar itu berdiri kokoh diatas bukit  Pulau Makalehi. Hanya dijagai oleh dua penjaganya yang setia dengan kegersangan bukit, menara itu lalu menjadi pertanda bahwa ditengah lautan di barat Pulau Siau ada sebuah pulau yang menjadi salah satu titik batas Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pulau Makalehi, salah satu dari sekian pulau terluar RI seolah teronggok sendiri dengan segala keterbatasannya. Kapal-kapal besar yang melewatinya hanya sekedar menyapanya karena ketika malam hari, lampu mercusuar yang mati menyala itu memberi tanda, “aku juga butuh perhatian dan sentuhan,” sebagaimana jeritan anak-anak pulau, mereka yang tidak punya kegiatan lain selain melaut itu, menjerit kapan mereka bisa menikmati pabrik es berdiri di pulau mereka. Sebab tanpa cool storage maka anak-anak pulau itu tidak bisa melaut saban hari. Mau dikemanakan hasil tangkapan ikan kalau tidak ada kapal penampung yang datang dari Bitung atau Manado?. Mercusuar, biarlah kau tetap terus menyala dan memberi signal bahwa Pulau Makalehi juga merupakan salah satu dari kekayaan kita.