Tag

, ,

Pada Acara Forum Temu Pemkab Sitaro dengan Kalangan Pengusaha dan Pebisnis yang digelar di Hotel Quality pada Sabtu, 11 Oktober 2008, saya berkesempatan berkenalan dengan seorang yang sangat welcome. Freddy Tewu, Redaktur Senior dari Free Magazine Explore Indonesia (http://www.explore-indo.com). Diskusi kami berlangsung disela-sela pelaksanaan Forum tersebut.

Banyak hal yang kami bicarakan, dan saya sangat berterima kasih atas pengalaman yang disharing oleh Freddy Tewu. Sebagaimana Explore Indonesia yang memfokuskan pada liputan investasi dan pariwisata, maka diskusi kami pun seputar pada investasi dan pariwisata di Sitaro. Apa yang telah kami hasilkan dari bincang-bincang itu, nantinya akan saya rangkum dalam sebuah intisari pemikiran untuk disodorkan ke pihak terkait di lingkungan Pemkab Sitaro. Saya sangat senang, karena telah ketambahan seorang sahabat lagi dengan semangat yang sama, ingin memajukan daerah-daerah yang selama ini kurang mendapat liputan informasi memadai padahal menyimpan sejuta potensi.

Apa yang diutarakan oleh Freddy Tewu yang telah berkeliling Indonesia menjadi bahan yang sangat berharga bagi saya untuk tanpa pernah patah semangat membangun Sitaro walau hanya lewat media blog ini. Banyak hal yang memang perlu dilakukan demi kebangkitan Sitaro teristimewa dalam memaksimalkan potensi wisata bahari yang dimilikinya. Keterbatasan sarana dan prasarana penunjang seperti akomodasi hotel dan penginapan, restaurant, ketersediaan cinderamata, informasi wisata, pemandu wisata dan tak kalah penting transportasi yang bisa memperlancar arus kunjungan wisatawan. Ini memang menjadi sebuah tantangan, ketika kita mempromosikan apa yang bisa dijual di Sitaro. Wisatawan tentu akan mempertanyakan semua sarana pendukung tersebut. Dan seperti yang diakui oleh Bupati sendiri dalam Forum tersebut, Sitaro masih sangat tertinggal dalam ketersediaan prasarana pendukungnya.

Namun, satu masukan yang dapat dipertimbangkan dari Freddy Tewu adalah mencoba melakukan terobosan ecowisata di Sitaro. Saya setuju dengan usulan tersebut, karena harus diakui penelitian-penelitian mengenai alam dan kekayaannya di Kab. Sitaro masih sangat kurang, bahkan bisa dibilang tidak terdengar sama sekali. Maka memadukan wisata dengan penelitian merupakan langkah yang patut dipertimbangkan. Jadi peneliti itu bukan saja datang menikmati keindahan panorama pantai yang unik di Sitaro dan mengagumi “keangkuhan” Karangetang, tetapi sekaligus memberi sumbangan dari hasil penelitian mereka. Dan dengan demikian, “Tengokorak Makalehi” itu tidak akan berselubung misteri dan mitos lagi.

Terima kasih banyak Bung Freddy Tewu.