Tag

, , , , ,

Dua minggu lalu saya bertolak ke Siau, karena ada keperluan mendadak disana. Dan pada kesempatan yang sangat singkat tersebut (karena saya berangkat Jumat dari Manado dan Selasa sudah harus kembali) Saya bersua sapa dengan Bapak Piet Kuerah. Maksud saya bertemu dengan Beliau adalah menyampaikan print out mail dari seorang pengunjung setia sitaro.wordpress.com, Stien Anne Bawengan yang sekarang bermukim di California USA. Stien Bawengan tidak lain adalah mantan murid Piet Kuerah di SMA Ondong dulu. Karena kekagumannya terhadap sosok Piet Kuerah sehingga Mrs. Anne ini meminta saya menyampaikan mailnya ke Pak Gurunya.

Dan pada Senin, 6 Oktober 2008 lalu keinginan tersebut terkabul, saya diterima secara langsung oleh Bapak Piet Kuerah di Ruang Kerja Wakil Bupati di Kantor Bupati yang masih berstatus sewa tersebut, di Ondong. Ditemani Kabag Humas, Denny Kondoj saya menyampaikan mail dari Amerika itu. Dan Beliau tanpa terduga masih sangat ingat mantan muridnya dulu itu, karena memang Stien Anne Bawengan seperti apa yang diungkapkan Gurunya selain seorang murid yang cerdas juga merupakan seorang yang punya nyali, sehingga tidaklah mengherankan jika sekarang dia sudah bermukim di USA sana.

Dari awal pembicaraan yang hanya seputar soal murid dan guru ini, tanpa terduga sama sekali Wakil Bupati memberi waktu kepada saya selama kurang lebih 3 jam. Dan pada kesempatan itu saya tidak menyia-nyiakan waktu untuk mengorek lebih dalam sosok yang kini menjadi orang nomor 2 di Kab. Sitaro.

Sungguh Beliau merupakan sosok yang bersahaja, dan sangat respek kepada orang. Kuerah juga dengan sangat ramah dan akrab melayani saya yang baru pertama kali itu bertemu dan mengenalnya. Banyak cerita yang mengalir dan kami terlibat dalam suasana yang santai. Pada kesempatan itu Beliau, menegaskan berulang-ulang bahwa apa yang telah diraihnya sejauh ini merupakan sebuah anugerah yang tidak terhingga dari Tuhan. Selama hidupnya, Kuerah tidak pernah bermimpi sama sekali menjadi seorang Wakil Bupati, sehingga ketika tawaran untuk bersanding dengan Toni Supit dalam Pilkada lalu datang, Kuerah menyambutnya tidak dengan ambisi yang menggebu sebagaimana seorang yang mengejar piala kemenangan. Sehingga, ketika sekarang ini Dia telah menjadi orang nomor 2 di Sitaro, kesehariannya tidak akan lepas. Beliau mengaku dengan sangat lugas bahwa sekarang pun ketika telah menjadi Wakil Bupati, dia masih melakukan rutinitas kesehariannya seperti sediakala. Maka tidaklah heran jika pagi-pagi Wakil Bupati yang mempunyai postur tubuh yang tinggi ini ke kebun untuk memindahkan sapi-sapi peliharaannya. Demikian pula, Dia dengan tidak sungkan jika pergi ke pasar masih menggunakan sepeda motor kesayangannya, sebab menurutnya, Mobil Dinas selayaknya digunakan untuk keperluan dinas.

Piet Kuerah, sebagaimana yang diakuinya sendiri, hanyalah seorang manusia biasa bukan manusia yang luar biasa. Dia menjadi seorang Wakil Bupati berangkat dari perjuangan seorang manusia biasa, oleh karena itu Dia menekankan “orang biasa saja bisa menjadi Wakil Bupati”, maka sepatutnya ketika sekarang Dia telah menjadi Wakil Bupati dapat menjadikan “orang biasa” menjadi masyarakat yang lebih maju. Oleh karena itu, Kuerah beberapa kali menekankan kepada saya untuk dapat mengangkat masyarakat Sitaro ke level yang lebih tinggi, harus dimulai dari lingkungan Pemkab Sitaro sendiri. Tidak ada pilihan lain selain menegakkan aturan dalam etika displin dan ketertiban yang tegas. Oleh karena itu, Dia meminta pengertian dari seluruh jajaran pegawai di lingkungan Pemkab Sitaro, terhadap apa yang dilakukannya saat sekarang, sebab kesemuanya itu demi kemajuan masyarakat Sitaro sendiri. “Kita semua adalah pelayan masyarakat, oleh karena itu harus bertindak layaknya seorang pelayan,” demikian penegasannya.

Sebagaimana muridnya yang sekarang di USA sana, bahwa seseorang tidak hanya harus mengandalkan otak tetapi juga nyali. Buat apa kepandaian dan ilmu yang tinggi jika tidak berani dalam tindakan. “Kita semua harus berani bertindak jika ingin berhasil,” jelasnya. Namun demikian tindakan berani tidak harus diartikan dengan nekat. Tindakan juga harus dibarengi dengan kepandaian dan pola pikir yang matang. Oleh karena itu, Kuerah mengakui bahwa Dia mesti banyak belajar mengenai Tata Pemerintahan dalam menegakkan semua displin dan ketertiban.

Tak terasa memang, 3 jam saya bersama dengan Wakil Bupati Pilihan pertama rakyat Sitaro ini. Sungguh merupakan sebuah kesempatan yang sangat ekslusif. Banyak hal yang kami bicarakan pada hari itu. Dan pada kesempatan lain saya akan membagikannya buat pengunjung sitaro.wordpress.com