Tag

, , , , , , , ,

Pantai Malalayang, nama yang tak asing bagi Warga Manado. Pantai yang sudah menjadi salah satu ikon wisata Kota Manado ini mudah dijangkau. Maklum hanya berjarak sekitar 5 KM dari pusat kota, dan dengan mudah dijangkau melalui angkutan umum. Cukup bayar Rp. 2.000, pantai ini sudah bisa dicapai.

Sekilas tidak ada yang istimewa dari pantai yang sebagian sudah masuk wilayah Kabupaten Minahasa ini. Pondok-pondok penjual pisang goreng, milu bakar dan kopi menjadi salah satu ciri khasnya. Terdapat Monumen Tugu Boboca tepat di Batas Kota, tapal yang memisahkan Kota Manado dengan Kabupaten Minahasa.

Tapi, bukan itu yang saya mau sajikan dalam postingan kali ini. Bagi pehobby foto, khususnya lansekap, Pantai Malalayang bisa menjadi lokasi favorit berburu foto, terlebih jika sunset bermurah hati menampakkan semburat warnanya.

Soal sunset, sudah puluhan kali saya mengabadikan warna merah kuning merona itu. Kota Manado memang punya sajian sunset yang dahsyat jika cuaca bersahabat. Tapi sore itu, saya datang bukan untuk sunset. Sekedar mau menyapa ombak yang datang menepi dengan lembutnya. Menikmati langit yang perlahan berubah warna dari biru lalu menjemput malam. Saya mengabadikannya dalam beberapa frame foto. Mereka seolah bercerita sendiri mengenai kisahnya.

2 Dua perahu berwarna orange milik Tim SAR ini begitu kontras dengan warna biru langit yang sangat bersahabat sore itu. Perahu itu menjadi pelengkap lukisan alam, dengan latar pemecah ombak yang sudah puluhan tahun setia disana.

 

3 Duel. Sang anak dan sang bapak, diam dalam adu keberuntungan dengan umpan dan mata kail mereka. Pantai Malalayang memang ideal untuk menghabiskan waktu dengan memancing. Walau sudah agak susah mendapatkan ikan, tapi airnya yang tenang jika laut sedang tidak bergolak, menjadikan memancing selalu mengasyikkan.

 

4 Dua Beradu. Yang satunya perahu pelang, satunya lagi perahu sema-sema. Yang satunya terpapar mentari sore, yang satunya bersembunyi dalam bayangan. Mereka sepi. Sesunyi pantai yang teduh. Mengajak kepenatan mengharmonisasikan alam.

 

5 Bias. Sore yang sebentar menjemput malam. Mentari akan ke peraduan. Sinar keemasan menyeruak, dan bersedekah sedikit pada batu-batu itu, dan membiaskan sinarnya mencipta sebuah keharmonisan alam.

 

 Lampu Kota. Lalu malam pun datang menjemput. Meninggalkan cerita pada hari yang telah lewat. Lampu Kota Manado nampak berkelip, pertanda malam dimulai dengan ceritanya sendiri. Malalayang punya kisah, sebuah pantai yang “bersahaja” tetapi ramah “melayani.” Dan pantai itu hanya sepenggal waktu untuk didatangi. Tak jauh.

About these ads