Tag

, , , ,

A. Latar belakangInvestasi7

Pala yang berkembang di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (SITARO) adalah jenis Myristica fragrans yang memiliki kualitas dan produktifitas tinggi. Tanaman ini konon ceritanya berasal dari Kepulauan Banda yang masuk ke daerah ini melalui hubungan Ternate. Para leluhur daerah ini sering berlayar ke Ternate dalam rangka menjual hasil bumi berupa kelapa (kopra). Ketika pulang kembali mereka membawah bibit pala. Demikian seterusnya praktek ini dilakukan sehingga tanaman pala dapat tumbuh pesat dan berkembang luas di daerah ini. Dan hingga saat ini tanaman pala telah menjadi Komoditi Andalan Daerah Kabupaten Kepulauan SITARO.

B. Morfologi Tanaman

1. Batang

Tanaman Pala memiliki bentuk batang bulat dan tegak lurus dengan tinggi mencapai kl 20 meter. Pada batang pokok memiliki cabang primer yang sama bentuk dan tersusun rapih melingkari batang pokok. Kulit batang tebal dengan bagian luar berwarna abu-abu kelam dan bila ditoreh dengan pedang akan mengeluarkan banyak getah berwarna merah tua. Tanaman pala tumbuh tegak dengan mahkota pohon berbentuk piramid.

2. Daun

Daun pala berbentuk elips. Bagian bawah daun berwarna hijau kebiru-biruan, sedangkan bagian atas berwarna hijau tua.

3. Bunga

Tanaman pala ada yang berbunga betina dan ada yang hanya berbunga jantan. Namun demikian, tanaman pala biasanya berkelamin dua (hermaphrodit). Artinya, bunga jantan dan bunga betina bisa terdapat dalam satu pohon.

4. Buah

Buah pala umumnya berbentuk bulat, lebar. Kulit buah licin, dan pada buah mudah berwarna hijau muda sedang bila buah sudah matang, maka kulit buah ada yang berwarna kuning pucat dan ada yang kulit hijau kekuningan. Kulit buah cukup banyak mengandung air. Buah pala mulai dari penyerbukan hingga masak petik memakan waktu hingga 9 bulan.

5. Biji dan Fuli

Pala termasuk tanaman berbiji tunggal, dan dilindungi oleh tempurung. Walaupun tidak tebal, biji pala cukup keras dipegang. Beberapa diantaranya berbentuk bulat telur dan lonjong. Jika sudah tua, warnanya berubah menjadi cokelat tua, kemudian permukaannya licin. Namun, jika masih muda permukaannya keriput, beralur dengan warna cokelat muda di bawahnya dan cokelat tua di bagian atasnya. Tempurung biji tumbuh dibungkus oleh fuli atau bunga pala.

C. Pembudidayaan

Sebagai tumbuhan tropis, tanaman pala di Kabupaten SITARO dapat bertahan hidup lebih dari Investasi7100 tahun. Hal ini disebabkan karena faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhannya sangat cocok untuk tanaman pala, seperti iklim, kondisi tanah, ketinggian tempat, tinggi rendahnya air di dalam tanah,

1. Iklim

Kepulauan SITARO merupakan sentra produksi tanaman pala jenis M. Fragrans di Sulawesi Utara, Daerah ini termasuk wilayah basah. Curah hujan yang baik bagi pertumbuhan tanaman pala lebih kurang 2175 – 3550 mm/tahun. Namun setelah diteliti ternyata tanaman pala bisa beradaptasi di daerah panas dan lembap dengan suhu udara berkisar 25 – 30˚C.

2. Angin

Tanaman pala agak tidak tahan terhadap angin yang bertiup terlalu kencang. Karena dapat mengakibatkan tanaman tumbang dan buah dapat gugur sebelum masak petik serta rusaknya daun-daun muda. Di Kabupaten Kepulauan SITARO pengembangan tanaman pala sebagai perkebunan rakyat tidak ditanam secara monokultur tetapi ditanam sebagai tanaman campuran. Karena itu, tanaman lain yang tumbuh seperti sengon dapat berfungsi sebagai tanaman pelindung di perkebunan pala.

3. Tanah dan Ketinggian Tempat

Tanaman pala di Kabupaten SITARO dapat tumbuh subur di daerah pegunungan sampai dengan ketinggian sekitar 500 – 650 meter di atas permukaan laut. Tanah di Kabupaten SITARO cukup baik uantuk tanaman pala karena gembur, mudah menyimpan air, remah strukturnya, solum dalam atau lapisan tanahnya tebal, drainase dan aerasinya baik, serta tidak pecah-pecah pada musim kemarau. Pada tempat lain terdapat kondisi tanah liat namun tanaman pala dapat tumbuh baik.

Salahsatu keunikan atau keistimewaan di Kabupaten SITARO khususnya di Pulau Siau sebagai penghasil pala terbesar di daerah ini adalah pengaruh aktifitas gunung api KARANGETANG terhadap kesuburan tanaman pala.

Selain itu, di tanah yang porous, air hujan mudah meresap ke dalam tanah sehingga tidak mengganggu pertumbuhan akarnya. Dengan demikian, tanaman pala akan tumbuh subur dan menghasilkan mahkota yang mengesankan. Mahkota yang bagus akan membentuk layaknya piramida dengan percabangan tidak jauh dari tanah dan jari-jari mahkota berjarak 6 – 10 mm. Karena itu, pH tanah harus disesuaikan dengan tanaman pala, yaitu berkisar 5,5 – 6,5.

D. Air Tanah dan Pengairan

Air tanah yang letaknya dalam tidak masalah bagi tanaman pala karena akarnya bisa menembus Investasi7jauh ke dalam tanah. Namun, air tanah yang dangkal justru berakibat fatal terhadap tanaman karena bisa mengakibatkan busuk akar yang dapat menghambat pertumbuhannya. Pada dasarnya, pengairan dapat dilakukan secara individual atau melalui sistem irigasi yang bisa mengairi tanaman dalam jumlah banyak.

About these ads